photo 90466647-7a9d-4318-b660-7a3da26e60ca_zps9b4ec483.jpg

KPU Sediakan Formulir (A5) Untuk Mahasiswa Rantau

KPU paparkan cara mahasiswa rantau memilih dalam pemilu legislatif

LAPMI Ciputat Kokohkan Direktur Baru

LAPMI Ciputat - Lahir secercah harapan baru saat Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Cabang Ciputat periode 2014-2015 yang diadakan di Aula Insan Cita (AIC), Ciputat, Jumat (09/05).

 photo ba9b745c-40a0-4c2a-ad44-d217d08bc811_zpsb0fa0578.jpg'/>

Gara-Gara Kaos Distribusi Sertifikat LK 2 Terhambat

LAPMI Ciputat- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat telah mengadakan Latihan Kader tingkat dua (LK2) yang dilaksanakan pada 1-7 Desember 2013 lalu. Acara dilaksanakan di Aula Insan Cita (AIC).

 photo cca2bc4e-68a3-4d01-b156-0e0d417503b3_zpscf4a2bd5.jpg

HMI Cabang Ciputat Mengenang 67 Tahun Milad HMI

Ceremonial HMI Cabang Ciputat Kenang 67 Tahun Usia HMI.

HUT Tangsel ke-5, Prioritaskan Sektor Pendidikan

Ulang Tahun kota Tangerang Selatan yang ke-5 diselenggarakan di Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe. Diiringi rangkaian acara dimulai sekitar pukul 19.00 dengan Semarak Tangsel, Tangsel aman, Tangselku nyaman 2008-2013.

Minggu, 01 Maret 2015

Setan Idola Mahasiswa



Angin malam semakin mencekam, lalu lalang suara motor mulai meredup. Saat melintasi jalan Pisangan, Ciputat Timur tiba-tiba mataku tertatap pada sebuah warung kecil di pinggir trotoar yang ramai dengan antrean pembeli. Tak ragu-ragu aku menghentikan laju motor yang ku kerndarai  dan turut ku parkir di deretan motor pembeli lainnya.

Salah seorang pembeli Tafrikhul Fuady yang juga mahasiswa Uniersitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, rela menunggu berjam-jam untuk membelinya. Warung kecil dengan tempat grobak dorong yang beratapkan terpal itu akarab disebut ketoprak setan. Sebuah warung yang tak pernah sepi dari pengunjung.

Fuady mengungkapkan, ketoprak setan merupakan makanan khas bagi warga Ciputat. Ketoprak yang dijual pada malam hari dengan isi yang banyak namun harganya tetap merakyat. "Dengan dijual pada malam hari, cocok buat makan disaat kita ngumpul karena dua bungkus ketoprak setan bisa buat ber empat," ungap Fuady.

Hal yang sama juga di ungkan oleh Afrizal Rosikhul Ilmi, sebagai pengemar makanan pedas ia sangat puas yang dengan sambal bikinan ketoprak setan. "Walaupun mengantri, tapi karena enak murah dan tak kalah soal rasa ketoprak menjadi idola para mahasiswa baik UIN Syarif Hidayatullah ataupun kampus lain," tutur Ijal. (Ir. Ma'ruf)


Jumat, 27 Februari 2015

HMI Komfakda Tingkatkan Kualitas Kader

Untuk meningkatkan kualitas kader dalam menejerial organisasi, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Komfakda) Cabang Ciputat gelar pelatihan Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan (MOK). Pelatihan diperuntukkan bagi kader yang aktif di organisasi kemahasiswaan baik tingkat jurusan maupun Fakultas. Agenda tersebut diselenggarakan sejak tanggal 27 Februari hingga 1 Maret di Vila Pemuda Depok.
Pelatihan dilakukan guna memberi bekal pengetahuan kepada kader-kader yang aktif dalam organisasi intra kampus, yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Dewan Mahasiswa Fakultas (Dema-F). Sekertaris HMI Komfakda Aang Anwar mengungkapkan pelatihan MOK merupakan kegiatan yang diselenggarakan guna mewadahi kader-kader komfakda agar bisa mengelola organisasi. "Pelatihan MOK bertujuan agar kader dapat menjalankan organisasi dengan teratur dari segi apapun" ungkap Aang, Jum’at (27/02).

Namun pelatihan tidak ditujukan kepada seluruh kader, hanya ditujukan bagi kader-kader Komfakda yang sedang mengurus di organisasi kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. "Seperti yang kita ketahui semua pengurus organisasi kemahasiswaan adalah pengurus baru dan masih terbilang muda," tambah Aang.

Ada tujuh materi yang akan diberikan dalam pelatihan tersebut, diantaranya mission HMI, negosiasi dan teknik lobby, teknik pengambilan keputusan, administrasi dan birokrasi, MOK, konsep pembuatan proposal, dan simulasi birokrasi. Ia berharap dengan mempelajari materi-materi tersebut proses perkaderan berjalan, selain itu kader aktif yang sedang mengurus organisasi kemahasiswaan bisa mengaplikasikan seluruh materi yang di sampaikan. "Karena materi-materi yang akan di sampaikan materi yang dibutuhkan oleh pengurus" tutup Aang. (Irfan Ma’ruf)


Rabu, 25 Februari 2015

Trik UIN Jakarta Sosialisasikan Prodi



Pagi itu Rabu, (25/2) matahari nampak cerah, deretan kendaraan memadati sepanjang jalan Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan. Di tengah hiruk pikuk bisingnya kendaraan jalanan, siswa-siswi berpakaian pramuka dari berbagai sekolah, didampingi gurunya berbondong-bondong mendatangi sebuah tenda stand yang ditunggui oleh mahasiswa dan dosen. Tenda stand itu tepat di sekeliling gedung pencakar langit berwarna cream yang berpagarkan rapat dengan dua pintu gerbang besar keluar dan masuk Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Dengan rasa penasaran seorang mahasiswa mendatangi kerumunan itu. Terpampang tulisan tenda stand paling depan "Selamat Datang di Education Expo 2015 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta". Sebuah acara sosialisasi progam studi kepada masyarakat, khususnya siswa kelas IX Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat agar lebih jauh mengetahui progam studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh informasi akademik pada tahun ini dimulai dari tanggal 25–26 Februari 2015. Selain pengenalan program studi, terdapat juga pameran pendidikan yang diikuti oleh seluruh Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan unit non akademik lainnya. Selain untuk mengetahui lebih jauh program studi di UIN Jakarta, Education Expo 2015, juga memberikan informasi terkait jalur masuk bagi calon mahasiswa yang berminat melanjutkan pendidikan di UIN Jakarta.

Ahmadi, Kasubak Informasi Akademik sekaligus pelaksana Education Expo mengungkapkan setiap tahunnya UIN Jakarta menerima 60 ribu mahasiswa melalui lima jalur. Diantaranya, pertama melalui jalur yang diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, kedua Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), ketiga Jalur Undangan (sekolah yang mengajukan),
keempat Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), kelima Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri UIN Jakarta "Dari lima jalur tersebut ada tiga jalur dari kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan dua jalur dari kementrian Agama" tutur Ahmadi.

Wildan Khirussoleh, salah seorang pengunjung yang berasal dari SMA IT Al-quraniyah merasa lebih terbantu dengan adanya Education Expo 2015 di UIN Jakarta. "Merasa lebih luas tujuan wawasan saya" ungkap Wildan sembari  bersenyum. Kehadirannya di Education Expo 2015 UIN Jakarta ingin mengetahui informasi tentang UIN Jakarta dan berbagai program studinya, terlebih ia menginginkan masuk  di program studi Ilmu Politik UIN Jakarta. (Ir. Ma'ruf)


Selasa, 09 Desember 2014

HMI Cabang Ciputat Jadikan Intelektualitas Sebagai Ruh Perjuangan


Ketua Umum PB HMI, M. Arief Rosyid membacakan sumpah kepada para pengurus HMI Cabang Ciputat periode 2014-2015 pada pelantikan pengurus, Ahad (07/12) di Aula Insan Cita, Ciputat.


CiputatPelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat dan Korps-HMI 
Wati (KOHATI) periode 2014 – 2015 dilaksanakan pada Ahad (07/12) silam, bertempat di Aula Insan Cita, Ciputat. Acara bertema Menghidupkan kembali tradisi intelektual HMI Cabang Ciputat. Tema yang dipilih tersebut menjadi ruh perjalanan dan perjuangan pengurus HMI dan KOHATI HMI Cabang Ciputat selama satu periode mendatang.

Ketua Umum HMI Cabang Ciputat periode 2014-2015, Dani Ramdhany mengatakan, ia beserta para pengurusnya dapat menjadikan nilai-nilai intelektualitas sebagai ruh arah gerak HMI Cabang Ciputat selama kepengurusannya satu periode mendatang. Baginya intelektualitas di HMI Cabang ciputat sudah menjadi harga mati. Program kerja yang nantinya disusun dalam rapat kerja pengurus pun harus berlandaskan intelektualitas.  

“Menghidupkan kembali tradisi intelektual HMI Cabang Ciputat tentu menjadi pokok dasar dari setiap apa yang akan kita lakukan. Misalnya, berwirausaha atau menjadi guru basisnya harus intelektual. Artinya ketika intelektualitas dijadikan sebuah ruh dan dasar, maka akan menjadi identitas tersendiri. Dengan kondisi sekarang ini, bagaimana caranya menjadikan intelektualitas sebagai profesional. Meskipun karakteristik dan keinginan para kader berbeda, kader bebas mengaktualitaskan dirinya tetapi dilandaskan nilai-nilai intelektualitas,” paparnya saat diwawancarai usai pelantikan.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI, M. Arief Rosyid dalam sambutannya mengatakan, HMI Cabang Ciputat harus bisa kembali melahirkan tokoh seperti awal berdirinya HMI Cabang Ciputat. “HMI Cabang ciputat harus kembali seperti diawal berdirinya yang banyak melahirkan tokoh besar, para intektual, sehingga dapat menjadi patron atau poros perkaderan dari semua HMI Cabang se-nusantara. Misalnya Nurcholis Majid, Komarudin Hidayat, Azyumardi Azra, dan lain-lain,” ujarnya.

Asep Sholahuddin, Ketua Umum HMI Cabang Ciputat demisioner, menaruh harapan pada kepengurusan yang baru. Menurutnya harus ada yang diprioritaskan dalam menjalankan program kerja. “HMI cabang ciputat harus lebih baik lagi dan harus memiliki skala prioritas apa yang mesti dilakukan. Karena prinsipnya, kita tidak bias melaksanakan semua program berdasarkan keinginan semua pihak. Karena jika tidak ada skala prioritas jadi sifatnya itu hanya semacam membabibuta dalam membuat program. Terlebih soal intelektualita harus menjadi prioritas,” ujarnya. Wisnu Dwi Cahyo.