photo 90466647-7a9d-4318-b660-7a3da26e60ca_zps9b4ec483.jpg

KPU Sediakan Formulir (A5) Untuk Mahasiswa Rantau

KPU paparkan cara mahasiswa rantau memilih dalam pemilu legislatif

LAPMI Ciputat Kokohkan Direktur Baru

LAPMI Ciputat - Lahir secercah harapan baru saat Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Cabang Ciputat periode 2014-2015 yang diadakan di Aula Insan Cita (AIC), Ciputat, Jumat (09/05).

 photo ba9b745c-40a0-4c2a-ad44-d217d08bc811_zpsb0fa0578.jpg'/>

Gara-Gara Kaos Distribusi Sertifikat LK 2 Terhambat

LAPMI Ciputat- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat telah mengadakan Latihan Kader tingkat dua (LK2) yang dilaksanakan pada 1-7 Desember 2013 lalu. Acara dilaksanakan di Aula Insan Cita (AIC).

 photo cca2bc4e-68a3-4d01-b156-0e0d417503b3_zpscf4a2bd5.jpg

HMI Cabang Ciputat Mengenang 67 Tahun Milad HMI

Ceremonial HMI Cabang Ciputat Kenang 67 Tahun Usia HMI.

HUT Tangsel ke-5, Prioritaskan Sektor Pendidikan

Ulang Tahun kota Tangerang Selatan yang ke-5 diselenggarakan di Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe. Diiringi rangkaian acara dimulai sekitar pukul 19.00 dengan Semarak Tangsel, Tangsel aman, Tangselku nyaman 2008-2013.

Tampilkan postingan dengan label BERITA TANGSEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA TANGSEL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

Waduh ! Antusias Diskusi Di Kalangan Mahasiswa Mulai Punah


Ciputat- Diskusi dikalangan mahasiswa nampaknya kini mulai tergerus. Membaca, menulis dan dislusi yang seharusnya menjadi kebutuhan mahasiswa sudah tidak pokok lagi. Sebagai agen perubahan yang peka terhadap lingkungan, masyarakat, kaum intelektual dan akademis, seharusnya budaya diskusi dilestarikan dan dikembangkan sehingga mahasiswa tidak buta lagi terhadap problem-problem sosial.

Berbagai macam undangan dilakukan mulai dari menyebar famplet, menempelkan famplet di setiap mading-mading dan di media-media sosial, tetapi tetap saja hasilnya nihil.

Menurut koordinator diskusi Forum Mahasiswa Madura (Formad) Hendri menilai, minimnya antusias warga kampus khususnya mahasiswa yang menjadi peran penting didalam aktifitas kampus. "Sekarang sudah bisa dihitung dengan jari kalau setiap kita mengadakan diskusi tidak lebih dari sepuluh sampai lima belas orang. Yang hadir" ungkap Hendri mahasiswa Perbandingan Agama saat di wawancarai di sekertariatnya Rabu, (05/10).

Dengan beban SKS yang cukup banyak dan memusingkan kepala mahasiswa, menuntut mahasiswa ingin cepat-cepat lulus. Hal ini berimbas pada forum diskusi yang dilakukan oleh Lingkar Kajian Ilmu Sastra dan Sejarah (L-Kissah) yang dimotori oleh Rian mahasiswa Sejarah dan Kebidayaan Islam. Rian menungkapkan, pentingnya diskusi ini agar mahasiswa bisa saling bertukar pikiran dan sekaligus mendapatkan ilmu di luar kelas. "Diskusi yang kita lakukan ini membantu  mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora khusunya mahasiswa baru yang masih bingung dengan tugas-tugas kuliah yang diberikan oleh dosen saat kuliah", tutur Rian.

Pentingnya diskusi diakui oleh Amry, ia memaparkan diskusi dapat melatih argumen serta melatih retorika seseorang agar tidak gugup ketika berbicara di depan umum. "Ketika seseorang berbicara di depan umum sudah terbiasa", kata Amry.

Pada rezim tahun sembilah puluh delapan, mahasiswa lebih kritis dengan membentuk forum diskusi. "Bagaimana mahasiswa bisa kritis, toh sekarang mahasiswa dininabobokan oleh seven eleven, mie DP, starbuck dan sejenisnya", ungkap Amry. (MSH Lapmi)

Jumat, 10 Oktober 2014

Kecelakaan Beruntun

Ciputat- Sebuah mobil Taxi Mercedes, Silver Bird mengalami kecelekaan beruntun di jalan Kerta Mukti, Ciputat tangerang Selatan, Jum’at (10/10). Kecelekaan tersebut terjadi pada pukul 20.00 WIB. Mobil yang melaju kencang menabrak beberapa lima orang, tujuh motor dan sebuah warung tegal (warteg). Kemacetan panjang pun terjadi karena proses evakuasi korban dan banyaknya warga yang antusias melihat ke lokasi kejadian.

Rizki, mahasiswa UIN Jakarta, saksi mata menuturkan kronologi kecelakaan. kejadian berawal dari meluncurnya sebuah mobil Taxi Mercedes, Silver Bird bernomor polisi B 1828 OU yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kampus dua UIN Jakarta. Supir Taxi yang tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya menabrang dua orang mahasiswa UIN Jakarta laki-laki dan perempuan yang sedang membeli makan di sebelah kanan jalan. Kemudian sopir membanting setirnya ke arah kiri jalan dan menabrak motor-motor yang sedang parkir di sebelah warung jus.

Akibat dari kecelakaan beruntun tersebut tujuh sepeda motor mengalami kerusakan. Satu diantara ketujuh motor tersebut mengalami rusak berat karena motor yang terparkir di sekitar warteg tertabrak sampai membentur ke warteg. Wartegpun ikut mengalami kerusakan. Selain itu, lima orang luka-luka dan dilarikan ke RS UIN Jakarta. "Setelah nabrak zikzak Taxi tiba-tiba berhenti di depan pangkalan ojek dan sopirnya keluar dari dalam mobil dan duduk di pangkalan ojek untuk perlindungan kepada warga" tambah Rizki.

Kasmir, polisi yang sedang melakukan pendataan, menggungkapkan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut belum diketahui. Data sementara penyebab adalah kencangnya laju kendaraan.  “Terkait korban dan penyebab kecelakaan nanti akan ditindak lanjuti di Polres Jakarta Selatan. Sesuai dengan prosedurnya”, ungkap Kasmir. (Irfan Ma'ruf/KM)


Senin, 30 Juni 2014

Oknum Deklarasi Dukungan Capres Ternyata BEM yang Telah Dibekukan


Oknum Mahasiswa : Hilman, mantan petinggi BEM FISIP UIN Jakarta yang turut menghadiri deklarasi dukungan terhadap salah satu calon presiden, di Aula Kopertais UIN Jakarta, Senin (30/6).
Ruangonline, Ciputat – Segenap civitas akademika UIN Jakarta geger karena acara deklarasi dukungan yang dilakukan oknum mahasiswa kepada salah satu pasangan capres dan cawapres yang mengatasnamakan BEM UIN Jakarta.(baca juga : Tidak Pernah Ada Deklarasi Dukungan Atas Nama UIN Jakarta) Acara berlangsung di Aula Kopertais UIN Jakarta, Senin (30/6).

Usut punya usut, ternyata acara deklarasi dihadiri oleh perwakilan mantan petinggi BEM FISIP UIN Jakarta, yaitu Hilman. Ahmad Abrori, Wakil Dekan FISIP UIN Jakarta membenarkan Hilman berada di foto tersebut. “Ya, benar itu Hilman, padahal dia tidak menjabat apapun, BEM FISIP telah dibekukan,”ujarnya saat dihubungi ruangonline.

Menanggapi dukungan ke salah satu capres, Rektor UIN Komaruddin Hidayat juga membenarkan BEM FISIP sudah beku dan tidak ada.”Ya benar BEM FISIP sudah dibekukan,” kicaunya melalui akun @komar_hidayat saat menjawab salah satu tweet mahasiswa yang menananyakan dukungan  salah satu BEM fakultas yang mengatasnamakan BEM UIN Jakarta terhadap salah satu pasangan capres dan cawapres.

Lebih lanjut, Abrori mengecam acara tersebut. “Acara deklarasi tersebut tidak sah, seharusnya kampus sebagai institusi pendidikan harus netral,” tandasnya. Hal ini senada dengan klarifikasi Presiden BEM/ DEMA UIN Jakarta, Didin Sirojuddin yang mengatakan kegiatan tersebut terselenggara tanpa sepengetahuan pengurus BEM/ DEMA. 

Arya Wirawan Maulana turut mengomentari dukungan tersebut, dirinya menyayangkan deklarasi yang mengatasnamakan organisasi intra kampus. “Organisasi intra kampus bukan cuma milik pengurusnya, tetapi mewakili mahasiswa di kampus tersebut. Ada baiknya jika mereka mendukung dengan membentuk gerakan dukungan di luar kampus. Setiap warga negara indonesia memang punya hak berpolitik yang dilindungi konstitusi, tetapi kampus harusnya jadi tempat beradu ide dan bertukar pendapat yang netral dari perpolitikan praktis,”ujarnya mahasiswa Hubungan Internasional semester 6 ini melalui akun sosial.

Pemberitaan dukungan BEM FISIP UIN Jakarta terpampang jelas di running teks salah satu media elektronik nasional. Hingga berita ini diturunkan, Hilam belum memberikan konfirmasi terkait deklarasi dukungan. (CVC)

Running teks yang menjelaskan dukungan BEM FISIP UIN Jakarta terhadap salah satu calon presiden.

Tidak Pernah Ada Deklarasi Dukungan Atas Nama BEM UIN Jakarta

Deklarasi Ilegal : Acara deklarasi ilegal yang dilaksanakan oknum mahasiswa, di Aula Kopertais UIN Jakarta, Senin (30/6) (Sumber foto : sindonews.com)
Ruangonline, Ciputat - Sejumlah oknum mahasiswa mengatasnamakan BEM UIN Jakarta mengelar acara deklarasi dukungan terhadap pasangan Prabowo Hatta. Bertempat di Aula Kopertais UIN Jakarta pendeklarasian dihadiri sejumlah mahasiswa dan Timses Pasangan Capres nomor urut 1, Senin (30/6).

Melihat hal ini, Didin Sirojuddin, Presiden BEM UIN Jakarta menjelaskan bahwa acara tersebut ilegal dan mencoreng nama baik BEM. "Acara tersebut tidak sah dan ilegal tanpa sepengetahuan pengurus BEM UIN Jakarta. Kami merasa dirugikan karena perbuatan mereka," jelasnya saat dihubungi ruangonline.

Lebih lanjut, Didin menilai deklarasi tersebut melanggar hukum dan bukan persoalan sepele. "Ini merupakan pelanggaran hukum dan perlu ditindak tegas. Ini persoalan serius, sudah melanggar kode etik organisasi, kode etik mahasiswa, dan tentunya kode etik lembaga perguruan tinggi," tandasnya.

Didin juga menuntut oknum mahasiswa tersebut meminta maaf. "Kami pengurus BEM UIN Jakarta meminta mereka meminta maaf melalui media nasional serta meluruskan kabar yang beredar. Jika tidak dilaksanakan, kami siap membawa hal ini ke pihak berwenang," ujarnya.

Sejatinya, Pengurus BEM menilai kedua sosok capres sama baiknya. "Kedua calon Presiden adalah sosok yang baik dan kompeten untuk Indonesia, tapi kami menyesalkan tindakan sepihak oknum mahasiswa tersebut yang bertindak diluar kewajaran," ucapnya.

Menanggapi kabar yang beredar, Rektor UIN Jakarta, Komaruddin Hidayat ikut memberikan tanggapannya melaui akun twitternya. "Organisasi intra kampus UIN Jakarta tidak dibenarkan memberikan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres," kicaunya lewat akun @komar_hidayat. (CVC)

Kamis, 12 Juni 2014

UIN Sediakan Ruang Khusus Untuk Difabel

Ciputat (12/6)- Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta memfasilitasi ruang khusus untuk calon mahasiswa difabel (berkebutuhan khusus). Terdaftar sebanyak 21 peserta difabel mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun 2014 ini. Mereka mengerjakan tes di ruang Diorama UIN, tepat di bawah ruang Auditorium.

Pihak UIN Jakarta juga memberikan fasilitas panitia pendamping untuk mendampingi mereka selama tes.  Panitia pendamping ini siap melayani dan membantu peserta ujian. Bahkan, ada seorang panitia pendamping yang ditugaskan khusus untuk membantu mengerjakan lembar jawaban komputer (LJK) peserta. Kebanyakan dari mereka adalah tunarungu, tunanetra, tunadaksa, tunawicara dan lain-lain. 

Garsha (20) salah satu pendamping ujian turut meringankan beban peserta menjawab ujian. “Untuk difabel yang tidak bisa melingkari jawaban, pihak penyelenggara ujian menyiapkan panitia pendamping khusus untuk membulatkan lembar jawaban peserta. Peserta  mengerjakan tiap-tiap soal, dan kalau sudah tau jawaban dari soal itu, peserta meminta panitia melingkari jawaban yang dimaksud,” terang mahasiswa Kesejahteraan Sosial.

Salah satu peserta difabel rabun mata berat, Murni Darmayanti mengatakan  meskipun didampingi oleh panitia, dia tidak ada perasaan tertekan. “Panitia di sini baik-baik,” ucap peserta difabel yang mengambil jurusan ilmu sosial itu.


Peserta difabel ini baru diberi kesempatan setara dengan peserta lainnya 2014 ini. Awalnya ada satu peserta difabel yang ditolak tahun 2012. Kemudian penolakan tersebut, menuai banyak kritik dari berbagai pihak termasuk Ibu Nafsiyah, Dosen Kesejahteraan sosial. Garsha juga menambahkan kritikan tersebut membuat UIN berbeda dan lebih inklusif. (Hafizh)

Adakan Tes Mandiri, Ruas Jalan Macet

Ruangonline.com Ciputat - Peningkatan volume kendaraan terjadi di sepanjang ruas jalan Kampung Utan, Ciputat menuju arah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Kamis (12/06). Volume kendaraan membludak disebabkan berlangsungnya ujian mandiri UIN Jakarta.
Jalan raya kampung utan adalah jalur terdekat yang menghubungkan Ciputat dengan Bintaro dan Kota Tangerang serta sebagian wilayah Jakarta Selatan. Ribuan peserta yang umumnya tersebar di wilayah itu memulai ujian pukul delapan pagi. Peserta ujian dan masyarakat sekitar menggunakan jalan ini hampir secara bersamaan, sehingga kendaraan padat merayap dan melaju dengan kecepatan lambat.

Salah satu warga pengguna kendaraan mengeluhkan padatnya jalan. “Saya cukup kesal kepadatan mungkin karena pengguna jalan menggunakan jalan yang sama dan di waktu yang sama, apalagi hari ini UIN mengadakan tes mandiri, dan biasanya peserta tes yang datang itu rombongan bawa-bawa keluarganya, jadi wajar aja macet tidak terhindarkan,” ujar Yasir warga Kampung Utan. (Hafizh)

Rabu, 21 Mei 2014

Empat Kader HMI Ciputat Dikeroyok

Kekerasan : Tindakan kekerasan oleh oknum Komite Mahasiswa (KM) terhadap salah satu kader HMI KOMIPAM yang memicu terjadinya aksi mediasi yang berujung pengeroyokan, Selasa (20/5)

Ruangonline.com Pamulang- Empat kader HMI Cabang Ciputat dikeroyok oknum Komite Mahasiswa (KM) Universitas Pamulang (Unpam). Pengeroyokan terjadi pada hari Rabu (21/5) jam satu dini hari di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan.

Berdasarkan berita acara perkara (BAP) yang diajukan ke pihak berwenang. Kejadian bermula dari niat baik puluhan kader HMI Komisariat Pamulang (KOMIPAM) untuk mediasi terkait tindakan kekerasan yang menimpa salah satu kader. Kekerasan dipicu saat kader HMI KOMIPAM hendak meminta klarifikasi terkait perobekan pamflet Latihan Kader 1 (LK 1) di Auditorium Unpam.

Aksi mediasi dimulai sejak jam sepuluh malam, Selasa (20/5), di Universitas Pamulang. Namun, pihak KM justru memperkeruh keadaan dan memancing duel sambil mengendarai motor. Hal ini membuat aparat keamanan kewalahan melerai, karena jumlah aparat yang tidak seimbang. Menjelang tengah malam, sejumlah kader HMI dari Ciputat datang untuk melihat kejadian di lokasi perkara. Tujuannya, tak lain untuk mempercepat redanya perkara.

Seiring bertambah larut malam, keadaan mulai stabil ditandai kedua belah pihak HMI KOMIPAM dan KM meninggalkan tempat kejadian. Ismail Fadillah, salah satu korban pengeroyokan menuturkan dirinya bersama tiga orang temannya dijegat saat hendak pulang ke Ciputat.”Saat keadaan mulai stabil, belasan dari 20-an kader pulangnya pake angkot. Sisanya empat orang pake mobil kolbak (bak terbuka) yaitu saya, Bahru Rosi, Rian, sama Caesal Regia (Egy). Dalam perjalanan menggunakan mobil angkutan pasar (sayuran) di depan RSUD kita dicegat, awalnya dilempar batu dari atas, lalu kita disuruh ngaku, ternyata salah satu dari kita mungkin mereka kenal dari HMI,”turunya saat ditemui ruangonline.
Foto kepala salah satu korban pengeroyokan
Setelah penjegatan, keempat kader lalu dikeroyok hingga babak belur. Ismail menjelakan bahwa botol mengenai kepalanya. “Terkait pemukulan kepala gua bengkak kena pukul botol, bahu kanan kena, kaki diinjek dua-duanya sampai keseleo. Sedangkan tiga teman gua gak tau pada ke mana udah pada kabur, soalnya saya yang terakhir kabur dari TKP,”jelasnya.

Jumlah pengeroyok dari KM tak sebanding dengan kader HMI Ciputat. Bahru Rosi, salah satu korban mengatakan kami tak bisa berbuat apa-apa. “Satu orang yang ngebukin itu sekitar 7 orang sampai 6 orang, seinget kita gak bisa bergerak lagi. Bahkan dua tangan kita dipegang, rambut ditarik, kemudian ditendang,”katanya.

Beruntung pengeroyokan tidak menelan korban jiwa, Rian, salah satu korban lari dan bersembunyi di SPBU dekat RSUD Tangsel.”Saya dikejar-kejaran sampai pom bensin ke arah Ciputat, lalu minta perlindungan sama satpam di sana. Lalu saya diamanin di mess kosong hingga pagi hari (red),”ucapnya.

Kasus ini sudah dilaporkan pihak HMI Cabang Ciputat ke Polsek Pamulang. Pagi tadi, Kamis (22/5) jam setengah dua dini hari keempat korban sudah melakukan visum di RSUD Tangerang Selatan. Hingga berita ini diturunkan polisi masih mencari bukti dan saksi untuk mengusut kasus sesuai prosedur. (Rendy/Nuna/Syauqi/Deni)




Aksi Damai Kader HMI Ciputat Mencari Keadilan

Orasi damai : Asep Sholahuddin (kanan merah) menyampaikan tuntutannya kepada Polsek Pamulang bersama ratusan kader HMI Ciputat di depan kantor Polsek Pamulang, Rabu (21/5).


Ruangonline.com Pamulang- Ratusan kader HMI Ciputat melakukan aksi damai di depan Polsek Pamulang, Rabu  (21/5) jam 9 malam. Aksi ini sebagai respon terhadap pengeroyokan empat kader HMI Ciputat, Rabu (21/5) jam satu dini hari di depan RSUD Tangerang Selatan.

Sebelum menuju Polsek, kader HMI melakukan long march dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan menuju Polsek Pamulang. Panjang long march berkisar 300 m.

Asep Sholahuddin, Ketua Umum HMI Cabang Ciputat, dalam orasinya, menuturkan tuntutan kader HMI Ciputat untuk mencari keadilan terhadap pengeroyokan kadernya. "Kami di sini datang untuk mencari keadilan, kami menuntut polisi menangkap dan mengeksekusi pelaku pengeroyokan," tuturnya.

Asep menambahkan, Polisi harus tegas dalam kasus ini dan membereskannya hingga tuntas. "Polisi harus usut tuntas pengeroyokan ini, jangan sampai hilang kepercayaan kami bahwa Polisi tidak becus untuk melindungi masyarakat dan menegakkan keadilan," tambahnya.

Komisaris Polisi Dodi Fernidan Sanjaya, Kapolsek Pamulang mengatakan kita akan mengusut kasus sesuai prosedur."Kami bertindak sesuai aturan hukum, kita terbuka oleh karena itu kami menerima dan menunggu berita acara perkara sejak pagi hingga sore tadi. Kami siap mengusut, jadi kami mohon teman-teman sabar dan terkendali," ujarnya.

Selain orasi kader HMI Ciputat juga menyanyikan yel-yel dan lagu HMI sebagai pemicu semangat kader. Hingga berita diturunkan, kader HMI Ciputat masih memadati Polsek Pamulang. (Rendy) 

Rabu, 09 April 2014

KPU sediakan (Formulir Model A.5-KPU) untuk Mahasiswa Rantau



Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar acara Doa Untuk Sukses Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2014 di Gedung KPU
LAPMICiputat- Masa kampanye terbuka sudah berakhir masanya. Poster para Calon Legislatif (Caleg) dengan janji diamnya mulai hilang dari peredaran, walaupun ada beberapa para caleg yang “melampaui masanya”. Pemilihan Legislatif (Pileg) sudah tinggal menghitung jam. Nasib bangsa Indonesia lima tahun kedepan ditentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mahasiswa sebagai pemilih cerdas sangat menentukan kualitas para wakil rakyat, sekaligus sebagai pemilih pemula yang jumlahnya mencapai 30% dan sangat menentukan dari segi kuantitas. Mahasiswa salah satu yang menjadi lumbung suara banyak yang tidak berdomisili di daerah asal mereka, atau yang biasa disebut sebagai mahasiswa rantau.

Sesuai surat edaran KPU nomor 127/KPU/III/2014, pemilih rantau dapat mendapatkan formulir pindah memilih (Model A.5-KPU) dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/kota tempat domisili dengan cara:

Pertama, KPU Kabupaten/kota memberikan formulir pindah memilih (Model A.5-KPU) kepada pemilih melalui Panitia Pemungutan Suara PPS dimana pemilih ingin menggunakan hak pilihnya paling lambat sepuluh hari sebelum pemungutan suara.

Kedua, KPU Kabupaten/kota tujuan memastikan bahwa pemilih telah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) tempat asal pemilih.

Ketiga, Pemilih wajib menyerahkan formulir pindah memilih (Model A.5-KPU) kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) tujuan paling lambat tiga hari sebelum pemungutan suara.

Di pelataran kelurahan Pisangan kecamatan Ciputat Timur, ditemani kelapa hijau segar, pak Zainal, ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan  Suara (KPPS) kelurahan Pisangan mempertegas, bagi mahasiswa pendatang ingin mengguakan hak pilih dapat mengambil formulir Model A.5-KPU dari KPU setempat.

“mahasiswa rantau atau pemilih rantau itu warga atau penduduk dari daerah lain, tinggalnya di daerah kita, KTPnya masih KTP daerah, dan dia terdaftarnya di daerah, maka dia harus mendapatkan surat model A5 namanya dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), kemudan surat model A5 itu disampaikan ke KPPS, kemudian KPPS mendata, dan mendaftarkan si pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat dengan daerah domisilinya,” tegasnya

Sambil mendengak keatas, seperti mengingat-ngingat, pak Zainal melanjutkan, “ di Pisangan yang sudah terdaftar di KPPS dari perantau ada 15 orang, kalo yang mahasiswa ada delapan”.

Di tempat lain, Armawansyah, sekretaris umum Persatuan Mahasiswa Melayu (Pamalayu) menuturkan, saat tim LAPMI menyambangi kontrakannya, kata dia, tidak akan memilih alias Golput, lagipula jika mudik hanya buat Nyoblos cuma menambah Pekerjaan Rumah (PR) saja.

” bisa dipastikan saya tidak akan milih, karna kalau saya harus pulang ke kampung halaman, itu sangat pr, saya lebih memilih golput daripada yang ribet-ribet, menurut saya suara saya tidak penting, bukannya tidak penting, tapi hanya satu suara saya gak akan menentukan,” katanya.
Suasana sejuk ba’da magrib, sambil menyeruput kopi hitamnya, lanjut Armawansyah, kalau datang ke KPU apakah pihak sana akan melayaninya? 

“apalagi pas datang ke KPU, orang KPU tidak mungkin hanya mengurus kita sendiri, apalagi orang rantau seperti saya, pasti cuma nambah ribet lagi kerja KPU,” lanjutnya.

Senada dengan pernyataan Armawansyah, Fahmi Ali Iqbal, Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Indramayu (Permai Ayu) di lantai empat gedung Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, dengan pembawaannya yang santai, sambil tertawa kecil, mengatakan, dia akan Golput karena terlalu ribet harus mengurus dulu ke KPU. 

“wah gak nyoblos gua, males harus ngurus dulu ke KPUD, pulang dulu, terus kekelurahan pisangan lagi, ngurus lagi, waah engga dah,” tandasnya. (Jaisy)

Selasa, 26 November 2013

HUT Tangsel yang ke-5, Prioritaskan Sektor Pendidikan

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat pemotongan tumpeng HUT Tangsel ke-5 didampingi wakilnya Benyamin Davnie 

Ulang Tahun kota Tangerang Selatan yang ke-5 diselenggarakan di Universitas Terbuka (UT) Pondok Cabe. Diiringi rangkaian acara dimulai sekitar pukul 19.00 dengan Semarak Tangsel, Tangsel aman, Tangselku nyaman 2008-2013. Di usianya yang kelima (26/11) Tangsel mendapat beberapa penghargaan salah satunya Penghargaan dari ISO dengan kategori sebagai pelayanan masyarakat terbaik.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berharap semoga Tangsel menjadi lebih maju menjadi mandiri, asri, cerdas, modern dan religius "meski bukan kita yang merasakan, cucu anak kita yang akan merasakan nanti" Tuturnya.  Dia juga menambahkan sebagai warga Tangsel yang baik mari menata Tangsel bersama-sama karena Tangsel rumah bersama.


Selain itu untuk mensejahterakan masyarakat dalam bidang pendidikan Tangsel telah melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahan demi kemajuan Tangsel. Salah satunya dengan PT. Telkom. Kerjasama ini meliputi wifi gratis yang akan dipasang di sekolah-sekolah yang ada di Tangsel. Airin menuturkan pemerintah kota Tangsel akan mengusahakan wifi gratis dan memasang kamera cctv disekitar German Center agar memudahkan masyarakat. Dia juga menegaskan segala fasilitas yang disediakan semoga dapat digunakan oleh pegawai Pemkot untuk bertugas "semoga bisa memudahkan bukan menyusahkan petugas" ucap istri Tubagus Chaeri Wardhana. (TF)