Sabtu, 17 Mei 2014
Lapmi Ciputat Kokohkan Direktur Baru
Pelantikan Pengurus LAPMI HMI Cabang Ciputat di Aula Insan Cita, Jumat (09/05)
LAPMI Ciputat
- Lahir secercah harapan baru saat
Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) HMI Cabang
Ciputat periode 2014-2015 yang diadakan di Aula Insan Cita (AIC), Ciputat, Jumat
(09/05).
Tanto
Fadly Direktur Lapmi periode 2013 - 2014 dalam sambutanya, mengharapkan kepada pengurus baru semoga dapat menjalankan amanah
yang telah diberikan serta bisa membawa nama baik Lapmi. "Walaupun Lapmi
ini hanya lingkup kecil tapi saya berharap pengurus yang baru bisa membawa nama
Lapmi dikancah nasional" ungkap Tanto.
Hal
yang sama diungkapkan oleh Ketua Umum HMI Cabang Ciputat Asep Solahudin, ia
mengungkapkan Lapmi Ciputat merupakan lembaga yang semakin kesini semakin
diperhitungkan karena beritanya. "Lapmi adalah lembaga yang bisa mempersatukan
dengan memberikan info kepada seluruh kader
Se-Cabang Ciputat," ungkap Asep.
Ia
juga menambahkan, program kerja penting sebagai suatu gambaran dan acuan pengurusan
kedepan. "Program kerja merupakan master of plan dalam bergeraknya Lapmi untuk menopang suatu misi organisasi" tambah
Asep saat memberikan sambutan.
Sebelum
menutup sambutanya, ia berpesan kepada pengurus Lapmi untuk mempererat
tali silaturrahmi ke pengurus cabang.
Formatur
terpilih Khariroh Maknunah pun turut menyampaikan aspirasinya terhadap pengurus
yang baru dilantik. "Saya meminta kepada teman-teman untuk membantu saya
satu tahun ke depan," harap Nuna.
Rabu, 09 April 2014
KPU sediakan (Formulir Model A.5-KPU) untuk Mahasiswa Rantau
![]() |
| Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar acara Doa Untuk Sukses Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2014 di Gedung KPU |
LAPMICiputat- Masa kampanye terbuka sudah berakhir
masanya. Poster para Calon Legislatif (Caleg) dengan janji
diamnya mulai hilang dari peredaran, walaupun ada beberapa para caleg yang “melampaui
masanya”. Pemilihan Legislatif (Pileg) sudah tinggal menghitung jam. Nasib
bangsa Indonesia lima tahun kedepan ditentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Mahasiswa sebagai pemilih cerdas sangat menentukan kualitas para wakil rakyat,
sekaligus sebagai pemilih pemula yang jumlahnya mencapai 30% dan sangat
menentukan dari segi kuantitas. Mahasiswa salah satu yang menjadi lumbung suara
banyak yang tidak berdomisili di daerah asal mereka, atau yang biasa disebut
sebagai mahasiswa rantau.
Sesuai surat edaran KPU nomor 127/KPU/III/2014,
pemilih rantau dapat mendapatkan formulir pindah memilih (Model A.5-KPU) dari Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/kota tempat domisili dengan cara:
Pertama, KPU
Kabupaten/kota memberikan formulir pindah memilih (Model A.5-KPU) kepada
pemilih melalui Panitia Pemungutan Suara PPS dimana pemilih ingin menggunakan
hak pilihnya paling lambat sepuluh hari sebelum pemungutan suara.
Kedua, KPU
Kabupaten/kota tujuan memastikan bahwa pemilih telah terdaftar di Daftar
Pemilih Tetap (DPT) tempat asal pemilih.
Ketiga, Pemilih
wajib menyerahkan formulir pindah memilih (Model A.5-KPU) kepada Panitia
Pemungutan Suara (PPS) tujuan paling lambat tiga hari sebelum pemungutan suara.
Di pelataran kelurahan Pisangan kecamatan Ciputat Timur,
ditemani kelapa hijau segar, pak Zainal, ketua Kelompok Penyelenggara
Pemungutan Suara (KPPS) kelurahan
Pisangan mempertegas, bagi mahasiswa pendatang ingin mengguakan hak pilih dapat
mengambil formulir Model A.5-KPU dari KPU setempat.
“mahasiswa rantau atau pemilih rantau
itu warga atau penduduk dari daerah lain, tinggalnya di daerah kita, KTPnya
masih KTP daerah, dan dia terdaftarnya di daerah, maka dia harus mendapatkan
surat model A5 namanya dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), kemudan surat
model A5 itu disampaikan ke KPPS, kemudian KPPS mendata, dan mendaftarkan si
pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat dengan daerah domisilinya,”
tegasnya
Sambil mendengak keatas, seperti mengingat-ngingat, pak
Zainal melanjutkan, “ di Pisangan yang sudah terdaftar di KPPS dari perantau
ada 15 orang, kalo yang mahasiswa ada delapan”.
Di tempat lain, Armawansyah, sekretaris umum Persatuan
Mahasiswa Melayu (Pamalayu) menuturkan, saat tim LAPMI menyambangi
kontrakannya, kata dia, tidak akan memilih alias Golput, lagipula jika mudik
hanya buat Nyoblos cuma menambah
Pekerjaan Rumah (PR) saja.
” bisa dipastikan saya tidak akan milih, karna kalau
saya harus pulang ke kampung halaman, itu sangat pr, saya lebih memilih golput daripada yang ribet-ribet, menurut
saya suara saya tidak penting, bukannya tidak penting, tapi hanya satu suara
saya gak akan menentukan,” katanya.
Suasana sejuk ba’da
magrib, sambil menyeruput kopi
hitamnya, lanjut Armawansyah, kalau datang ke KPU apakah pihak sana akan
melayaninya?
“apalagi pas datang ke KPU, orang KPU tidak mungkin hanya mengurus
kita sendiri, apalagi orang rantau seperti saya, pasti cuma nambah ribet lagi
kerja KPU,” lanjutnya.
Senada dengan pernyataan Armawansyah, Fahmi Ali Iqbal,
Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Indramayu (Permai Ayu) di lantai empat gedung
Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta,
dengan pembawaannya yang santai, sambil tertawa kecil, mengatakan, dia akan
Golput karena terlalu ribet harus mengurus dulu ke KPU.
“wah gak nyoblos gua,
males harus ngurus dulu ke KPUD, pulang dulu, terus kekelurahan pisangan lagi,
ngurus lagi, waah engga dah,” tandasnya. (Jaisy)
Senin, 07 April 2014
Gara Gara Kaos, Distribusi Sertifikat LK2 Terhambat
![]() |
| Pemateri saat menyampaikan materi LK2 HMI Cabang Ciputat di Aic. |
LAPMICiputat- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat telah mengadakan Latihan Kader tingkat dua (LK2) yang dilaksanakan pada 1-7 Desember 2013 lalu. Acara dilaksanakan di Aula Insan Cita (AIC).
Namun, sampai sekarang sertifikat LK2 belum sama sekali
diterima peserta. Menurut Brian Muhammad,
salah satu peserta yang berasal dari Cabang Ciputat mengatakan, sertifikat
sebenarnya sudah diterima peserta dihari terakhir pelaksanaan, namun kata dia,
terdapat kesalahan redaksi disertifikat.
“Peserta sudah banyak yang memprotes
kenapa sampai saat ini belum diterimanya sertifikat LK2 yang sudah
diperbaharui. Namun tidak mendapat respon dari panitia,” ujar Brian.
Sertifikat
ini cukup penting diperlukan oleh para peserta meskipun selain bukti otentik,
peserta bisa membuat surat keterangan sudah mengikuti LK2 dari Cabang
masing-masing.
Hairul Saleh alias Iyung, Ketua Organizing
Commite (OC) LK2 HMI Cabang Ciputat mengatakan sebagian peserta sudah
membawa pulang sertifikatnya meskipun dengan redaksi yang belum diperbaharui,
dikarenakan peserta yang berasal dari cabang-cabang di luar pulau jawa sudah
membeli tiket pulang di hari terakhir LK tersebut.
“Sebenarnya sertifikat sudah selesai hari (12/12/2013) setelah pelaksanaan LK2 namun, pendistribusiannya kita tunggu sampai kaos jadi,” kata Iyung saat ditemui di UIN Jakarta, Selasa (1/4).
Ketua
Bidang Pembinaan Anggota (Kabid PA), Dwi Haryanto, yang juga ketua Steering Committe (SC) LK2 HMI Cabang
Ciputat juga membenarkan bahwa sertifikat saat acara sudah selesai.
Namun, ada
redaksi di sertifikat yang salah sehingga harus dirubah. “Sekarang tinggal
bagaimana pendistribusian kepada para peserta,” ujar Dwi sambil tersenyum kecil.
(Deby)
Rabu, 05 Februari 2014
HMI Cabang Ciputat Mengenang 67 Tahun Milad HMI
![]() |
| Ketum Asep Solahuddin (ketiga dari kiri) dan kader HMI lainnnya saat perayaan Milad HMI ke-67, (5/2) di AIC |
Enampuluh
tujuh tahun yang lalu, bertempat di Yogyakarta lahirlah sebuah organisasi
pergerakan mahasiswa Islam tertua bernama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Organisasi yang diprakarsai oleh Lapran Pane dan keempat belas founding
fathers ini, berkembang pesat dan menjamur ke seantero nusantara. Di umur
yang sangat matang tersebut, HMI terbukti mampu memberikan sumbangsih besar
kepada bangsa dan Negara Indonesia.
Untuk
bersyukur dan mengenang perjuangan founding fathers HMI. HMI Cabang
Ciputat mengadakan tasyakuran Milad Ke-67 HMI yang dilaksanakan di Aula Insan
Cita (AIC), Ciputat, Rabu (5/2). Puluhan kader beserta pengurus komisariat dan
pengurus cabang HMI Ciputat hadir melangsungkan tasyakuran tersebut. Acara
dimulai jam 8.30 malam.
Noval,
ketua pelaksanaan tasyakuran dalam sambutannya menuturkan acara ini sebagai
bentuk rasa syukur dan panjataan doa untuk HMI ke depannya. “Kita bersyukur HMI
telah berusia 67 tahun, HMI juga telah berikan kita ruang untuk eksistensi
kadernya. Selain itu, tujuan acara ini sebagai doa kita agar kelak HMI lebih
baik dan semakin memberikan kontribusi demi kemajuan bangsa ini,” ucap Ketua Bidang Pemberdayaan Umat tersebut.
Selain
sebagai tasyakuran, pengurus Cabang juga memaparkan agenda kedepan untuk
merekat silaturrahmi antar Komisariat. “Kita cabang, akan merancang sebuah
agenda untuk menguatkan kedekatan emosional antar Komisariat melalui pekan
olahraga dan seni,” papar Asep Sholahuddin, Ketua Umum HMI cabang Ciputat.
Menanggapi
acara tasyakuran ini, Asep menegaskan bahwa faktor alam menjadi kendala
sehingga acara ini terkesan sederhana.” Saya beserta pengurus mohon maaf untuk
kesederhanaan tasyakuran. Kemarin, kita fokus mendirikan posko-posko banjir di
daerah yang terkena musibah, jadi konsentrasi kita terbagi. Meskipun demikian,
acara yang baru dibicarakan malam ini meskipun sederhana namun saya harapkan
penuh khidmat,” tegasnya.
Setelah
sambutan acara dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin sebagai doa untuk HMI dan
kader-kadernya ke depan. Pemotongan nasi tumpeng dan kue cake melengkapi
rentetan acara tasyakuran milad ke 67 HMI ini.
Dalam
acara ini, perwakilan tiap Komisariat memberikan harapan-harapan untuk HMI
Cabang Ciputat ke depannya. Zubair Qomaruddin, selaku perwakilan pengurus
Komisairat Pamulang (KOMIPAM) menuturkan harapannya agar silaturrahmi lebih
terjamin di HMI Cabang Ciputat. ”Saya berharap terjalin silaturrahmi antara Komisariat lebih digencarkan lagi, sehingga terjalin ukhuwah yang kuat antara Komisariat di Ciputat. Selama ini, saya belum melihat ada agenda Cabang untuk
merekatkan ukhuwah kita,” tuturnya.
Meskipun
meriah, Sopyan Hadi Permana menyayangkan tidak adanya refleksi perjuangan HMI.
“Yah, biar sederhana acara ini cukup meriah dan ramai, padahal dalam
kondisi liburan. Tapi, saya berharap jika bisa ada refleksi perjuangan HMI
Cabang dari masa ke masa,” kata Ketua Umum Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik ini.(Rendy)
Senin, 16 Desember 2013
Cinta Bukan Halangan
Ciputat- Gedung Auditorium Harun Nasution Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatllah Jakarta diramaikan oleh ribuan peserta acara “Rood Show
Indonesiaku” yang diadakan oleh Himpunan Mahasisiwa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra
Arab (14/12).
Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang
diadakan oleh HMJ BSA dalam Gebyar BSA dibawah Departemen Pemberdayaan Perempuan (DPP) yang bekerjasama dengan Remaja Islam Masjid (RISMA) At-tin
dengan tema “Ketika Cita Cinta
dan agama berbar dalam sebah cerita”. Ketua Organizing Comite (OC) Muhammad Husen
mengungkapkan “Acara ini merpakan rentetan acara
yang diadakan oleh HMJ BSA dalam Gebayar BSA dan kerjasama dengan RISMA At-tin” katanya.
Acara yang dihadiri oleh Dude Herlino, Dokter Fitri
dan Ustadzah Lulu dan di moderatori oleh Ari menyodot lebih dari seribu peserta. Hal itu merupakan
usaha keras panitia yang tidak bosan memberikan informasi kepada publik. Muhammad Husen menambahkan “Dalam acara ini kami
mempublikasikan tidak hanya sebatas surat atau benner yang kita pasan didepan
kampus melainkan media sosial lainya, ya seperti Twiter, Facebook bahkan ada
yang menyebarkan lewat SMS” tuturnya.
Rood show pertama yang disampaikan oleh Dude Herlino, dalam
dialognya ia menyampaikan pesan kepada
seluruh peserta agar selalu memprioritaskan belajarnya jangan sampai putus
hanya karena Cinta. Dude mengungkapakan ”Disini
serta yang punya adik di rumah jangana sampai meninggalkan belajar hanya karena
cinta” katanya.
Begitu juga Ustadzah Lulu pembicara yang kedua, ia menyampaikan dalam dialoknya agar mengetahui dalam hidup kita hanya cinta Allah yang sejati. Luluk mengungkapkan di dalam hidup ini sangat banyak cinta yang diberikan Allah kepada kita semua. Mulai cinta dari kedua orang tua kita, saudara-saudara kita, cinta kepada tetangga kita, sampai cinta yang diberikan oleh sami atau istri kita, tetapi ingat cinta sejati hanya kepada Allah.
Begitu juga Ustadzah Lulu pembicara yang kedua, ia menyampaikan dalam dialoknya agar mengetahui dalam hidup kita hanya cinta Allah yang sejati. Luluk mengungkapkan di dalam hidup ini sangat banyak cinta yang diberikan Allah kepada kita semua. Mulai cinta dari kedua orang tua kita, saudara-saudara kita, cinta kepada tetangga kita, sampai cinta yang diberikan oleh sami atau istri kita, tetapi ingat cinta sejati hanya kepada Allah.
Tidak jauh berbeda dengan pesan-pesan yang disampaikan
oleh pembicara pertama dan kedua pembica ketiga Dokter Fitri sekaligus ketua
Program Studi Penyakit Mulut itu juga memberikan pesan kepada seluruh peserta
agar menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya, apapun cita-cita itu yang
tidak kelar dari ketentan dan selalu menjaga amanah yang di berikan kepada siapapun. Fitri mengungkapkan “Adik-adik
yang ada didalam sini, kalian harus mempunyai cita-cita yang tinggi dan selalu
menjaga amanah untuk melanjutkan tongkat esatavet perjuangan para pahlawan yang
mendahuli kita semua”. ucapnya (Irfan_Ma’ruf)
Selasa, 26 November 2013
HUT Tangsel yang ke-5, Prioritaskan Sektor Pendidikan
| Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat pemotongan tumpeng HUT Tangsel ke-5 didampingi wakilnya Benyamin Davnie |
Ulang Tahun
kota Tangerang Selatan yang ke-5 diselenggarakan di Universitas Terbuka (UT)
Pondok Cabe. Diiringi rangkaian acara dimulai sekitar pukul 19.00 dengan
Semarak Tangsel, Tangsel aman, Tangselku nyaman 2008-2013. Di usianya yang
kelima (26/11) Tangsel mendapat beberapa penghargaan salah satunya Penghargaan
dari ISO dengan kategori sebagai pelayanan masyarakat terbaik.
Walikota
Tangsel Airin Rachmi Diany berharap semoga Tangsel menjadi lebih maju menjadi
mandiri, asri, cerdas, modern dan religius "meski bukan kita yang
merasakan, cucu anak kita yang akan merasakan nanti" Tuturnya. Dia juga menambahkan sebagai warga Tangsel
yang baik mari menata Tangsel bersama-sama karena Tangsel rumah bersama.
Selain itu
untuk mensejahterakan masyarakat dalam bidang pendidikan Tangsel telah
melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa perusahan demi kemajuan Tangsel.
Salah satunya dengan PT. Telkom. Kerjasama ini meliputi wifi gratis yang akan
dipasang di sekolah-sekolah yang ada di Tangsel. Airin menuturkan pemerintah
kota Tangsel akan mengusahakan wifi gratis dan memasang kamera cctv disekitar
German Center agar memudahkan masyarakat. Dia juga menegaskan segala fasilitas
yang disediakan semoga dapat digunakan oleh pegawai Pemkot untuk bertugas
"semoga bisa memudahkan bukan menyusahkan petugas" ucap istri Tubagus
Chaeri Wardhana. (TF)
Jumat, 22 November 2013
Mengais Rupiah Di Pengkolan Lereng
![]() |
| wiwit ketika sedah bekerja di Lereng, Cipete. |
Sudah 10 tahun Wiwit menjadi tukang
parkir di Lereng Indah, menunggu orang yang ikhlas menjulurkan tangannya keluar
dari kaca mobil dan melemparkan koin koin ke dalam jaring. Memang tak banyak hasilnya,
apalagi mesti dibagi empat dengan
teman temannya yang juga tukang parkir. Terkadang ada yang kasih lima ribu tapi tak jarang hanya koin 500 rupiah
yang masuk ke jaring, kadang malah ada uang 50 rupiah , “mungkin uang kembalian
belanja” ujar Wiwit.
Wiwit adalah ibu rumah tangga dengan
dua orang anak. Anak pertamanya kelas 6 SD dan anak keduanya TK. Menjadi tukang
pakir merupakan pekerjaan sampingan Wiwit dan 3 orang teman lainnya. Setiap Senin,
Rabu dan Jum’at jam 12:00 – 16:00
sore adalah giliran Wiwit dan ibu lainnya memarkir, sedangkan selebihnya tugas
bapak-bapak. Pendapatannya juga hanya
20 ribu – 30 ribu sehari. “ lumayanlah
buat tambahan jajan anak anak”, ujar Wiwit.
Lereng Indah memang selalu ada tukang parkir yang menjaga karena
memang jalannya menanjak dan menurun serta curam tidak memungkinkan jika
kendaraan berpapasan karena jalan yang juga kecil “ ini harus ada petugas
parkir yang jaga soalnya bahaya kalau mobil yang dari atas mau turun dan yang
dari bawah mau naik secara bersamaan ditikungan akan tabrakan”, ujar wiwit.
Eva Fauziah mahasiswi UIN Jakata
yang setiap hari melewati lereng mengakui salut kepada ibu tukang parkir tersebut,” Saya salut banget, biasanya
bapak bapak yang jadi tukang parkir tapi ini ibu ibu, dan mereka kerjanya cukup
berisiko”, ujarnya. (Rahma)











